Comment on Elegi Menggapai Matematika Yang Tidak TUNGGAL

Yeah, pengambilan kesimpulan pada pernyataan GODEL ini cukup membuat saya pusing… Dan sayapun tertariknya bukan pada bagian itu, maka pertama-tama, saya ingin mencuplik kalimat Bapak:
“Oleh karena itu, mohonkan maaf saya untuk menyampaikan bahwa sebagian besar Matematikawan kita di Universitas adalah Kaum Platonism. Sedangkan Implementasi Kebijakan Pendidikan Matematika di Indonesia juga dipengaruhi dan ditentukan oleh mereka (Platonism yang berada di ITB, UI, IPB dan UGM) maka tidaklah mungkin UJIAN NASIONAL dapat dihapus TANPA RIDLO dan KEIKHLASAN dari mereka.”

Yang saya tangkap dari kalimat Bapak diatas bahwa untuk mengatasi jeritan hati dan ratapan nasib para siswa adalah dengan meniadakan UJIAN NASIONAL, apakah benar demikian? Atau saya yang salah mengartikan? Kalau demikian halnya, apakah itu jalan satu-satunya?

Saya bukan termasuk orang yang setuju dengan penghapusan UJIAN NASIONAL, tapi saya juga tidak setuju dengan aliran platonism. Pertanyaan saya, apakah dengan menyelenggarakan ujian nasional, maka kita sudah termasuk platonism? Adakah solusi lain yang lebih realistis mengingat penghapusan ujian nasional itu sangatlah sulit dilakukan karena “proposal penghapusan” tersebut harus menembus banyak kalangan yang mempunyai argumennya masing-masing terkait diselenggarakannya ujian nasional tersebut?

~ oleh apiephana pada Oktober 1, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: